https://bookchapter.unnes.ac.id/index.php/bp/issue/feedBookchapter Psikologi2026-01-31T00:19:18+07:00Open Journal Systems<p>QRCBN 62-6861-7383-624</p>https://bookchapter.unnes.ac.id/index.php/bp/article/view/632The Unseen Struggle: Tantangan ADHD bagi Mahasiswa2026-01-31T00:00:38+07:00Syalaisha Salsabila[email protected]Pradipta Christy Pratiwi[email protected]<p>Menurut WHO, kesadaran kesehatan mental merupakan aspek yang diabaikan kebanyakan orang. Terutama di Indonesia, kesadaran akan kesehatan mental masih begitu rendah. Salah satu dari bagian gangguan itu adalah <em>Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder</em> atau ADHD. Dengan rendahnya kesadaran akan ADHD, penelitian tentang ADHD pada mahasiswa di Indonesia masih sangat sedikit. <em>Literature review</em> ini bertujuan untuk mencari tahu tantangan yang diberikan ADHD pada kehidupan mahasiswa. Ditemukan bahwa ADHD memberi tantangan pada berbagai aspek kehidupan mahasiswa, yaitu akademis, sosial, dan juga psikologis.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Bookchapter Psikologihttps://bookchapter.unnes.ac.id/index.php/bp/article/view/633Intensitas Ketakutan terhadap Pernikahan pada Perempuan Dewasa Awal2026-01-31T00:19:18+07:00Jasmine Anugrah Cahyawati[email protected]<p>Dalam banyak budaya di Indonesia, pernikahan dipandang sebagai tuntutan kedewasaan yang harus dilakukan oleh individu. Fenomena ketakutan terhadap pernikahan kemudian muncul sebagai wujud pergeseran pandangan hidup yang ingin dicapai oleh perempuan dewasa awal yang berbeda dengan budaya yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi intensitas ketakutan terhadap pernikahan yang dialami oleh perempuan dewasa awal. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengambilan data <em>purposive sampling</em> pada 408 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki ketakutan terhadap pernikahan dengan kategorisasi sedang (66,2%), yang dapat diartikan bahwa ketakutan terhadap pernikahan bukan sesuatu yang ekstrem melainkan sesuatu yang wajar sebagai bentuk respons adaptif terhadap kompleksitas transisi kehidupan yang dihadapi perempuan pada masa dewasa awal. Dua faktor utama yang mendasari ketakutan terhadap pernikahan adalah kekhawatiran akan memiliki pasangan yang salah serta tidak bisa melanjutkan harapan dan cita-cita setelah menikah.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Bookchapter Psikologi