Intensitas Ketakutan terhadap Pernikahan pada Perempuan Dewasa Awal
Keywords:
ketakutan terhadap pernikahan, perempuan, dewasa awal.Abstract
Dalam banyak budaya di Indonesia, pernikahan dipandang sebagai tuntutan kedewasaan yang harus dilakukan oleh individu. Fenomena ketakutan terhadap pernikahan kemudian muncul sebagai wujud pergeseran pandangan hidup yang ingin dicapai oleh perempuan dewasa awal yang berbeda dengan budaya yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi intensitas ketakutan terhadap pernikahan yang dialami oleh perempuan dewasa awal. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengambilan data purposive sampling pada 408 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki ketakutan terhadap pernikahan dengan kategorisasi sedang (66,2%), yang dapat diartikan bahwa ketakutan terhadap pernikahan bukan sesuatu yang ekstrem melainkan sesuatu yang wajar sebagai bentuk respons adaptif terhadap kompleksitas transisi kehidupan yang dihadapi perempuan pada masa dewasa awal. Dua faktor utama yang mendasari ketakutan terhadap pernikahan adalah kekhawatiran akan memiliki pasangan yang salah serta tidak bisa melanjutkan harapan dan cita-cita setelah menikah.